Polri Menembak Mati Dua Orang Terduga Teroris JAD di Tanjungbalai - CNNIndonesia | SitusInfoPedia | SitusBolaPedia

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Polri Menembak Mati Dua Orang Terduga Teroris JAD di Tanjungbalai

Share This
Polri Menembak Mati Dua Orang Terduga Teroris JAD di Tanjungbalai

CNNIndonesia, Sumatera - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan dua orang terduga teroris yang ditembak di Tanjungbalai, Sumatera Utara merupakan anggota kelompok Jamaah Anshor Daulah (JAD).

Menurutnya, nama kedua terduga teroris adalah Hendry Syahli Manurung (26) dan M Rival Alwis alias Rivai alias Vai (21).

situs qq uang asli terbaik dan terpercaya

SITUS JUDI QQ TERBAIK

"Kedua tersangka merupakan jaringan kelompok teror JAD Tanjungbalai," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/10).

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri telah menggeledah kediaman Vai di Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai pada hari ini sekitar Pukul 09.30 WIB.

Polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain tiga buah rompi, tujuh buah bom pipa, beragam serbuk dalam tempat penyimpan makanan, gotri, dan paku.

Sebelumnya, Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Agus Andrianto mengatakan Hendry dan Vai berencana menyerang markas polisi, vihara dan sejumlah objek lain sebagai sasaran serangan.

Densus 88 terpaksa melepas tembakan karena mereka melakukan perlawanan. Keduanya menyerang petugas dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam.

"Tersangka meninggal dunia saat dilakukan penindakan. Dua pelaku ini melakukan perlawanan dengan senjata api dan senjata tajam," kata Agus kepada SitusInfoPedia ditemui di Tanjung Balai, Jumat (19/10).

Bersembunyi di WC Umum



Kedua terduga teroris ini sempat bersembunyi di salah satu toilet umum untuk menghindari kejaran petugas.

"Kedua tersangka merupakan jaringan teroris JAD," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (19/10).

Tatan menyebutkan awalnya pada 18 Oktober sekira pukul 15.05 WIB, tim membuntuti AN alias HSN dan R di Jalan Al Ikhlas, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.

"Pada saat dilakukan pembuntutan oleh penyidik, tersangka AN tiba- tiba menghampiri petugas dan menyerang dengan menggunakan pisau," jelas Tatan.

Tatan menambahkan petugas kemudian memberikan peringatan tembakan ke udara. Akan tetapi kedua tersangka AN dan R melarikan diri.

"Pada saat keduanya melarikan diri ke pemukiman warga, ditemukan sebanyak empat buah bom pipa rakitan oleh warga setempat, dan mereka pun melaporkannya kepada petugas," urainya.

Kedua tersangka, lanjut Tatan, ternyata bersembunyi di WC umum. Petugas kemudian mendekati WC umum tersebut dan mendobraknya, mendadak keduanya melakukan perlawanan terhadap petugas.

"Keduanya menyerang petugas dengan menggunakan senjata api dan bom rakitan, kemudian anggota melakukan tindakan tegas dan terukur yang menyebabkan keduanya meninggal dunia," ungkapnya.

AN meninggal di lokasi dan R meninggal dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara Medan. Barang bukti yang diamankan 5 buah bom pipa rakitan, 1 buah pisau, 1 senjata api, 2 butir peluru kaliber 9 milimeter.

"Barang bukti di rumah tersangka R yang diamankan yakni 3 rompi, 7 kontainer (tabung) berisi misiu, serbuk serbuk dalam toples, gotri besi, paku. Tak hanya itu, ditemukan ruang rahasia tempat pembuatan, perakitan dan percobaan bom," bebernya.

Berniat Meledakkan Mako Brimob dan Vihara



Kedua terduga teroris diduga akan menjadikan Markas Komando (Mako) Polri, vihara-vihara dan objek-objek lain sebagai menjadi sasaran.

"Mereka menjadikan sasaran kantor Mako Polri dan vihara-vihara maupun objek-objek lain," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto di Tanjung Balai, Jumat (19/10).

Informasi yang diperoleh, kedua terduga teroris yang tewas yakni AN dan RI berusia sekitar 20 tahun. Keduanya disergap tim Densus 88 Antiteror di salah satu rumah di Jalan Sipori-pori Gang Jumpul, Kapias Pulau Buaya, Teluk Nibung, Tanjungbalai, Sumut.

Tim Densus 88 Antiteror terpaksa menembak mati keduanya karena melakukan perlawanan saat dilakukan penindakan. Keduanya menyerang petugas dengan menggunakan senjata api. AN meninggal di lokasi dan R meninggal dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara Medan.

"Tersangka meninggal dunia saat dilakukan penindakan. Dua pelaku ini melakukan perlawanan dengan senjata api dan senjata tajam," kata Agus.

Agus menyebutkan tim juga mengamankan barang bukti dari pelaku berupa satu buah senjata api rakitan, satu selongsong peluru yang sudah diledakkan dan sebilah pisau.

"Selain itu pistol dan lima kontainer yang berisi bahan peledak. Jadi awalnya masyarakat yang menemukan dan memberi petunjuk kepada petugas tentang keberadaan para pelaku, sehingga pelaku bisa dilumpuhkan," ujarnya.

Kemudian, tim Densus 88 Antiteror melakukan pengembangan dan penggeledahan di salah satu rumah kediaman terduga teroris di Tanjungbalai. Di sana ditemukan tiga buah rompi dan tujuh kontainer yang berisi bahan peledak dan paku.

"Termasuk juga serbuk-serbuk bahan bahan pembuatan bom rakitan. Inilah yang ditemukan dalam pengembangan tadi," paparnya.

Agus menyebutkan kedua terduga teroris ini merupakan kelompok Syaiful yang ditangkap pada bulan Mei yang lalu. Kedua terduga teroris yang tewas sudah menjadi daftar pencarian orang (DPO).

Bom Hasil Rakitan Diledakkan Tim Penjinak



Petugas penjinak bom (Jibom) Polda Sumatera Utara dan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri meledakkan bom rakitan yang disita dari terduga teroris di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, Jumat (19/10).

Sebelum diledakkan, tim dari Mabes Polri bersama jihandak, Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai serta Wakil Wali Kota Tanjungbalai H Ismail dan Kaban Kesbangpol Linmas Husni Syahzuddin turun ke tempat kejadian perkara (TKP) penembakan dua terduga teroris berinisial AN dan RI yang terjadi Kamis (18/10).

Proses peledakan bom rakitan terduga teroris yang dilakukan personel jibom itu dilaksanakan di lapangan samping Mapolsek Teluk Nibung. Personel jibom yang mengenakan pelindung tubuh antibom tampak hati-hati meletakkan bom rakitan, dan merangkai sejumlah peralatan untuk meledakkannya.

Selang beberapa menit kemudian, didahului aba-aba dan hitungan mundur, terdengar ledakan lumayan keras serta hamburan sebuah potongan besi yang diperkirakan sepanjang 30 centimeter.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai menyatakan bom rakitan yang ditemukan petugas di TKP penembakan dua terduga teroris tersebut diduga kuat siap untuk diledakkan.

"Nanti keterangan resmi akan disampaikan Pak Kapolda Sumut, beliau lagi dalam perjalanan menuju Tanjungbalai," kata Irfan seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Sebelumnya, pada Kamis (18/10) malam, dua pria terduga teroris ditembak Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Jalan Jumpul, Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai. Dari operasi tersebut, petugas pun mengamankan pipa yang diduga bom rakitan.

Dua terduga teroris tersebut kemungkinan masih satu jaringan dengan aksi teror pada Mei 2018 di sejumlah wilayah di Indonesia. Pada Mei lalu terjadi setidaknya lima aksi terorisme yang terpicu aksi kerusuhan dan penyanderaan oleh napi-napi teroris di Mako Brimob Kelapa Dua Depok pada 8 Mei 2018.

Setelah itu, berturut-turut terjadi teror bom di 3 Gereja dan Mapolrestabes Surabaya serta rusun Wonocolo, dan penyerangan di Mapolda Riau.

Akibat rentetan teror tersebut, pemerintah bersama DPR pun menyepakati revisi UU Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme yang baru pada 25 Mei 2018.

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages